Rabu, 30 Agustus 2017

Jengkol Buat Juragan (4)

     Tak berapa lama setelah kami beristirahat, kami melanjutkan perjalanan untuk mencari pohon lain. Kami menebang pohon milik seorang juragan yang mempunyai kebun ini. Sehingga kami memang harus menjualnya ke juragan itu. Juragan itu adalah seorang ibu yang lebih sering aku panggil bibi. Sambil berjalan dan melihat-lihat, kami menemukan pohon yang lebat buahnya. Kami berhenti. Lalu menunggu Musa, pemuda tadi untuk memanjatnya. Pohon ini cukup tinggi untuk dipanjat. Terkadang ia takut juga. Beberapa dahan berhasil ditebang. Setelah ia turun, kami mengumpulkan buah jengkol ke tempat kami masing-masing. Kami bebas mengumpulkan jengkol yang mana saja. Aku memilih buah jengkol yang dekat-dekat. Setelah habis, maka jengkol masing-masing dikumpulkan di sebuah tempat lalu mulai untuk dipukul. Kayu sebagai pemukul biasanya dari dahan yang kecil. Lagi-lagi, aku mendapat bantuan. Seorang ibu memberikan kayu pemukulnya. Maklum, bagiku pergi ke kebun atau hutan seperti ini merupakan pengalaman baru. Tidak cukup satu kali memukulnya. Beberapa kali dipukul hingga kulit jengkol itu terbuka. Setelah itu, dibuka kulitnya dan hanya diambil buahnya. Lalu masukkan ke kampil itu. Hal yang paling mengganggu adalah suara nyamuk yang ada di sekitar pohon. Selain itu, getah jengkol juga akan menempel di tangan.
      Aku memukul-mukul tiap buah jengkol sedikit demi sedikit hingga akhirnya semua jengkol yang menjadi bagianku selesai dibuka kulitnya. Lelah, pasti. Setelah itu, kami harus berpindah tempat lagi. Ketika itu cuaca sedikit mendung. Hap, cukup berat juga kampil yang harus kubawa ini. Masing-masing orang memang bertanggung jawab untuk membawa jengkolnya. Ada sebuah tali kampil yang diletakkan di kepala. Rasanya kepalaku sudah mau pecah saja. Tak mampu untuk membawanya. Namun dengan penuh semangat melihat orang lain bisa, maka aku juga harus berjuang membawanya. Di tempat lain, mereka ternyata sudah mengumpulkan jengkol. Hanya tinggal membukanya saja. Aku membantu istri kepala sekolah untuk memukul kulit jengkol.
     Ikuti keseruan ceritanya pada bagian selanjutnya ya.
#30DWC
#30DWCJILID8
#DAY5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar