Minggu, 27 Agustus 2017

Jengkol Buat Juragan

     Jongkong. Dusun tempatku bertugas. Sebuah tempat yang indah, dikelilingi oleh pepohonan yang hijau. Daerah ini berada di tepi Sungai Sasak, Kecamatan Sayan, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Sebelum ada penggusuran jalan, dari ibukota Melawi dapat ditempuh selama 5 jam. Tidak berapa lama setelah aku tinggal di Jongkong, ada penggusuran jalan sehingga jika akan ke Nangapinoh, ibukota kabupaten hanya 3 jam saja. Jarak Jongkong dengan kampung lain cukup jauh, kira-kira sekitar setengah jam jika cepat. Daerah ini hanya terdapat 2 RT saja, aku berada di RT 2 atau kadang orang mengatakan hulu. Sedangkan RT lainnya sering disebut hilir. Aku tinggal di sebuah rumah guru. Sekolah di sana hanya ada SD, SDN 3 Jongkong namanya. Letak SD dengan rumah guru hanya bersebelahan sehingga aku cukup dengan berjalan kaki menuju ke sekolah.
     Sebagian masyarakat di sana bermatapencaharian sebagai petani ladang. Jika siang hari, daerah ini cukup sepi. Banyak juga yang memang tidur di ladang. Anak-anak paling suka jika mereka pergi ke ladang. Mereka bisa ermain, makan di ladang dan juga mencari sayuran. Ketika itu aku terkejut melihat anak-anak sepulang mereka sekolah, mereka pergi ke ladang bersama-sama. Ternyata mereka akan mencari jengkol untuk dijual. Aku merasa heran sekaligus salut pada anak-anak yang sejak kecil sudah membantu orang tua mereka mencari uang. Apalagi ditambah kemampuan fisik mereka yang luar biasa. Tempat mereka mencari jengkol ada yang dekat namun ada juga yang harus menempuh perjalanan jauh, sekitar satu jam.
      Bagaimana cerita selanjutnya? Besok akan saya lanjutkan. Sabar ya. Hehehe

#30DWC
#30DWCJILID8
#DAY2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar