Selasa, 29 Agustus 2017

Jengkol Buat Juragan (2)

      Jengkol menjadi salah satu hasil perkebunan yang cukup banyak. Ketika itu banyak buah jengkol yang sudah tua. Orang berlomba-lomba untuk mendapatkan jengkol. Saat itu jengkol masih dibeli dengan harga Rp 4.000,00/kg. Harga yang cukup murah, tidak sebanding dengan kesulitan saat mencarinya. Aku sangat antusias untuk mengikuti masyarakat di sana mencari jengkol. Sepulang sekolah aku memutuskan untuk ikut sebuah kelompok mencari jengkol. Orang-orang itu sudah pergi sejak pagi hari, maka aku ditemani Ratna menyusul ibunya yang ikut dalam kelompok itu. Ratna masih kelas 3 SD, namun ia mampu naik turun bukit menyusuri hutan untuk mencari ibunya. Bahkan, ia juga akan ikut mencari jengkol.
     Aku membawa sebuah keranjang untuk tempat jengkol. Cukup lama kami berjalan mencari kelompok yang mencari jengkol. Sebelum kami bertemu dengan ibunya Ratna, kami bertemu dengan kelompok lain yang sedang memukul jengkol dari kulitnya. Cara memukulnya menggunakan kayu. Setelah terbuka jengkolnya maka buahnya yang diambil. Jika salah-salah dalam memukul, bisa jadi tangan kita yang menjadi korban.
     Kami berjalan sekitar lima belas menit, lalu Ratna memanggil nama ibunya, “Umaaak… Umaaakk…”. Tak berapa lama, ibunya Ratna pun menjawab. Kami berjalan mengikuti arah suara itu. Ternyata mereka sedang membuka jengkol yang baru saja dikumpulkan. Pohon jengkol bisa dipanjat dan ditebang dahannya atau bisa juga langsung ditebang. Kerugiannya jika ditebang dari bawah adalah akan lama untuk tumbuh lagi. Ketika itu aku langsung membaur dan mendapat jengkol untuk dibuka kulitnya. Sebenarnya tidak bisa langsung mengambil karena aku tidak ikut mengumpulkan jengkol. Namun seorang ibu berbaik hati memberikan jengkolnya. Setelah jengkol semuanya habis dipukul, maka kita harus berpindah tempat lain untuk mencari pohon yang lainnya. Ternyata tidak sembarang pohon bisa ditebang. Kita harus mencari pohon yang memiliki buah jengkol tua dan cukup banyak buahnya.
     Bagaimana kelanjutannya? Nantikan di bagian selanjutnya.
#30DWC
#30DWCJILID8
#DAY3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar