Mataku terbuka ketika matahari mulai menampakkan sinarnya. Malamnya kami memang singgah di Sanggau, tempat istirahat jika perjalanan dari Pontianak ke Melawi atau sebaliknya. Dulu aku hanya pernah sampai di Sintang. Kabupaten Melawi merupakan pemekaran dari Kabupaten Sintang. Aku membaca sebuah tulisan di jalan, Simpang Pinoh. Dari tempat ini jika lurus akan menuju ke pusat kota Sintang. Namun jika belok ke kanan akan menuju Nangapinoh, ibukota Kabupaten Melawi. Setelah sekitar 1 jam, kami sampai di Dinas Pendidikan Kabupaten Melawi. Setelah itu dilanjutkan acara pembukaan dan juga pembagian tempat mengajar. Ada 11 kecamatan yang ada di sini. Aku ditempatkan di SDN 13 Jongkong yang terletak di Desa Nangaraku, Kecamatan Sayan. Saat itu, banyak kepala sekolah ataupun wakil dari sekolah yang menjemput kami. Aku lalu bertemu dengan Pak Lesi, kepala sekolah yang akan mengantarkan menuju tempat tugasku.
Barang-barangku akan dititipkan bis yang melewati kecamatan. Sedangkan aku bersama dengan Pak Lesi menaiki sepeda motor. Belum lama kami melewati jalan ini, motor yang kami tumpangi mendadak macet. Sepertinya mesin motor ini perlu diperbaiki. Setelah bisa, tak berapa lama macet lagi. Aku mengusulkan agar dibawa ke bengkel. Namun memang di sekitar jalan itu tak terlihat olehku rumah ataupun sekedar tempat. Aku hanya melihat pohon-pohon. Kendaraan yang melewati jalan itupun dapat dihitung. Rasanya aku sudah ingin berbaring di kasur yang empuk dan minum es krim yang lezat. Cuaca saat itu sangat panas. Apa yang bisa aku lakukan di saat seperti ini? Berdoa, ya hanya berdoa agar ada bantuan yang datang.
Beberapa saat berlalu, ada seorang anak muda yang berhenti. Ternyata dia adalah keponakan dari Pak Lesi. Lalu aku berganti naik motor dengan anak muda ini. Sungguh, rasanya aku sudah sangat ingin sampai. Beberapa kali aku menanyakan apakah masih jauh atau tidak. Jalan yang aku lalui sudah tidak lagi aspal. Ada lubang di sana sini. Ditambah lagi jalanan dengan bebatuan seperti ini. Rasanya aku sudah mau turun dari motor dan jalan kaki. Sekitar 1,5 jam dari Nangapinoh, kami beristirahat di daerah yang bernama Pintas. Daerah ini merupakan tempat istirahat bagi orang-orang yang akan ke Nangapinoh atau sebaliknya. Cukup banyak warung yang ada di sini, namun tidak ada signal sama sekali.
Perjalanan kembali dilanjutkan menuju arah Kecamatan Sayan. Jalanannya tidak lebih baik dari yang sebelumnya. Ketika itu, aku menunggu di lapangan kecamatan sembari menonton pertandingan sepak bola. Tak berapa lama, barang-barangku yang dititipkan bis tadi sudah diambil. Aku lega. Jam sudah menunjukkan pukul 6 sore. Lalu aku akan menuju ke rumah Pak Lesi terlebih dahulu di daerah Landau Sadak. Aku akan berada di Landau Sadak sekitar 1 minggu. Saat itu musim nugal atau tabur benih di ladang. Jarak dari Landau Sadak sampai ke Jongkong sekitar 1 jam lebih namun jalan yang dilalui lebih sempit dan tidak memungkinkan bagi kami untuk melakukan perjalanan malam. Ini cukup beresiko.
Sekitar jam 7 malam aku sudah sampai di rumah Pak Lesi. Aku disambut oleh istrinya, Bu Priska. Aku sudah terlalu lelah hingga rasanya kaki ini mati rasa. Jalan dari kecamatan ke Landau Sadak sangat parah. Jalan penuh dengan lumpur dan juga naik turun. Beberapa kali aku berusaha menahan nafas untuk tidak bergerak agar kondisi tetap seimbang. Jika aku terlalu banyak gerak, bukan tidak mungkin motor akan tergelincir. Ketahanan fisik tentunya menjadi hal yang utama sebagai guru yang ditempatkan di daerah terpencil seperti ini.
Aku belajar untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru. Paling tidak juga dengan makanan yang rasanya tentu berbeda dengan cita rasa makanan jawa. Setelah membersihkan diri dan juga mengisi perut yang kosong, aku rasanya ingin tidur saja. Kuurungkan niatku. Aku masih menyempatkan waktu untuk berbicara dan saling mengenal dengan beberapa orang baru yang kutemui. Berani. Itulah yang sebenarnya diperlukan untuk mampu menembus sekat-sekat yang ada. Kesadaran sebagai satu bangsa dan juga satu tanah air tercinta ini menguatkanku untuk melakukan yang terbaik selama bertugas di sini. Indonesia ini sangat kaya akan kebudayaan, adat istiadat, bahasa dan juga suku bangsa. Keyakinan akan tujuan yang sama membuatku menjadi lebih semangat. Menjadikan Indonesia lebih baik lagi.
#30DWC
#30DWCJILID8
#DAY28
Tidak ada komentar:
Posting Komentar