Senin, 11 September 2017

Pionir dan Pembuat Sejarah (8)

Program Bentara Cahaya bertujuan untuk pertama mengembangkan minat anak-anak dalam membaca, menulis dan berhitung. Membaca merupakan pintu untuk melihat dunia. Melalui membaca anak-anak dapat mengetahui banyak hal. Apa jadinya untuk anak-anak yang tak bisa membaca dan menulis? Kedua, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Namun, kepada kami diberikan peluang untuk melakukan kegiatan-kegiatan lain yang membuat sekolah sebagai sebuah lembaga pendidikan nilai menjadi lebih baik.
Minggu 19 Oktober, 2014. Siang itu, kami berada di Candraditya di Maumere, baru pulang  mengikuti acara wisuda di Jogjakarta. Sebuah kabar duka kuterima. Kabar yang sangat mengagetkanku dan membuat aku kehilangan semangat. Ya, Pak Kim, Direktur Utama Indosiar TV, yang menyemangati dan mengajak kami untuk ambil bagian dalam Program Bentara Cahaya berpulang, sangat mendadak.  Awalnya seperti mimpi, aku tak percaya akan berita duka ini. Tapi inilah kenyataan, inilah hidup manusia. Requiescat in Pace, Semoga Pak Kim Beristirahat dalam Damai.
Syukur bahwa Romo Eman Embu SVD, pendamping kami di Flores, memberikan semangat. “Kita semua sangat sedih dengan kepulangan Pak Kim yang begitu mendadak. Tapi kita pastikan bahwa program ini akan terus dilanjutkan. Memang, Pak Kim punya andil besar. Tapi, ini adalah program CSR Indosiar, bukan program pribadi,” katanya meyakinkan kami.  Artinya, Bentara Cahaya akan tetap membawakan cahaya ke sudut-sudut gelap negeri ini.
#30DWC
#30DWCJILID8
#DAY17

Tidak ada komentar:

Posting Komentar