Sabtu, 02 September 2017

Jengkol Buat Juragan (6)

     Ada banyak jengkol yang sudah dikumpulkan kemarin. Kami memukulnya sampai habis. Jengkol ini tidak habis dipukul karena kemarin sudah malam sehingga tidak memungkinkan untuk menyelesaikannya. Setelah habis semua, kami berpindah ke tempat lain untuk mencari pohon. Pak Rudi yang memanjatnya. Aku dan Nia menunggu di tempat yang agak jauh. Seselesainya pohon itu ditebang, aku mendekat dan mulai mengumpulkan bersama-sama. Kali ini kami mengumpulkannya menjadi satu tempat. Ketika sudah terkumpul semua, kami masing-masing memukul kulit jengkolnya. Jengkol yang dipukul itulah yang akhirnya menjadi milik pribadi.
     Kami memukul jengkol tidak terlalu lama. Selesai memukul jengkol, kemudian mencari pohon lainnya. Begitulah seterusnya jika sudah habis jengkol yang dipukul. Dari siang hingga sore ini aku mendapatkan jengkol cukup banyak. Aku merasa tidak mampu membawanya. Maka aku meminta bantuan dari anak laki-laki lain untuk membawanya. Perjalanan kembali ke rumah terasa lebih cepat. Akhirnya, aku menjualnya ke tempat anak laki-laki yang membawakan jengkol tadi. Kebetulan ayahnya adalah juragan jengkol juga. Saat ini harga jengkol sudah naik menjadi delapan ribu rupiah per kilogram. Paginya aku mendapatkan hasil dari jerih payahku. Jengkol yang terkumpul ada 13 kg. Cukup banyak dari sebelumnya. Namun perjalanan yang ditempuh juga lebih jauh.
#30DWC
#30DWCJILID8


#DAY7

Tidak ada komentar:

Posting Komentar