Selasa, 05 September 2017

Pionir dan Pembuat Sejarah (2)

Wawancara di Indosiar TV
Selasa 2 September 2014, malam. Wulan dan saya naik kereta api senja jurusan Jogja-Pasar Senen, Jakarta. Kurang lebih 8 jam kami berada dalam ular besi itu. Sesampainya di Stasiun Pasar Senen, kami dijemput oleh staf Indosiar menuju kantor Indosiar TV di Daan Mogot, Jakarta Barat.
Kami tiba di Indosiar pukul 05.00. Pagi itu, satu kelompok ibu-ibu sedang bersiap untuk shooting sebuah program rohani. Kami istirahat sejenak, lalu cuci muka di sebuah kamar mandi yang ditunjukkan oleh staf Indosiar tadi. Ketika itu, ada seorang perempuan petugas kebersihan di sana. Ia melihatku dengan raut muka heran lalu bertanya, “Mau ngapain, mbak? Minta bantuan kesehatan atau casting?”
“Mau ketemu Mbak Dewi,” jawab saya.
“Oh, Bu Dewi ada di lantai atas. Biasanya jam 9 baru datang,” lanjutnya sambil terus melanjutkan pekerjaan.
Yap, akhirnya di lantai atas kami bertemu dengan Bu Dewi. Lengkapnya, Dewi Yudho Miranti, kepala departemen CSR (Corporate Social Responsibility) Indosiar. Tak berapa lama, kami bertemu dengan Dirut Indosiar TV, Pak Lim Soe Kim. Beliau menjelaskan secara singkat tentang program baru dari CSR Indosiar yaitu mengutus guru-guru sekolah dasar ke daerah terpencil. Artinya, jika kami berangkat, kami adalah angkatan pertama.
“Kalian adalah pionir dan pembuat sejarah,” kata beliau dengan penuh keyakinan, memberi semangat. Kami diajaknya berkeliling ke lantai bawah kantor itu dan dikenalkan kepada beberapa staf.
#30DWC
#30DWCJILID8
#DAY11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar