Minggu, 10 September 2017

Pionir dan Pembuat Sejarah (7)

Ya, terima kasih atas penyambutan hari ini yang membuatku merasa berarti di Pulau ini. Kata-kata yang selalu mengingatkan saya akan tujuan kedatangan saya ke Pulau ini. Ya, semua ini adalah karena anak-anak. Merekalah alasan bagiku untuk berada di sini, tinggal di sini selama satu tahun. Dan hari ini menjadi hari yang sangat berkesan dan akan terkenang selama hidupku. Pertemuan kami hari ini, di sini, menembus jarak, budaya, bahkan agama sekali pun. Di balik semuanya adalah satu tujuan atau ikhtiar akan  pendidikan anak-anak yang lebih baik dan bermutu.
Bentara Cahaya
Program yang aku ikuti ini adalah sebuah kerjasama antara Indosiar TV dengan Caritas Maumere dan Universitas Sanata Dharma. Indosiar TV menunjukkan tanggung jawab sosialnya di bidang pendidikan dengan mengutus guru-guru ke daerah terpencil.
Kenyataannya, pengutusan guru-guru ke Pulau Besar punya kaitan dengan respon kemanusiaan terhadap letusan Gunung Rokatenda dimana sebagian warga direlokasi ke Pulau Besar. Sekolah terdekat dari kampung relokasi, yaitu, SDK Gusung Karang memerlukan tambahan guru. Kebutuhan akan guru-guru seperti ini dan kebutuhan serupa di tempat lain telah memicu lahirnya program Bentara Cahaya.
Nama program guru-guru untuk sekolah-sekolah terpencil dan tertinggal ini mempunyai cita-rasa Flores. Nama ini mengingatkan dua nama surat kabar kebanggaan masyarakat Flores pada tahun 1950an dan 1970/1980an, yaitu Bentara dan Dian. Bentara berarti pembawa atau penjaga. Dian adalah cahaya. Bentara Cahaya adalah pembawa cahaya atau terang memerangi kegelapan dan kebodohan. Juga ia adalah pemelihara kelip-kelip terang yang  sudah ada di banyak komunitas. Saya tidak pernah membayangkan telah menjadi bagian penting dalam sebuah rencana Bentara Cahaya Indosiar TV yang begitu mulia untuk negeri ini.
#30DWC
#30DWCJILID8
#DAY16

Tidak ada komentar:

Posting Komentar