Tiba saatnya aku akan ke penempatanku di Jongkong. Sedih memang meninggalkan tempat ini yang sudah cukup dekat beberapa hari ini. Inilah perjuangan yang sebenarnya. Ada guru dari Jongkong yang akan menjemputku ke sini, Pak Alfius namanya. Lelah yang sebenarnya belum hilang, harus aku nikmati dengan senang hati. Jalan yang dilalui semakin sempit, hanya cukup untuk sebuah motor saja. Ada 2 jembatan yang harus kami lalui. Sebelumnya jalan masih semen, tapi semakin lama, hanya jalan tanah. Belum lagi jika jalan lumpur, harus menepi mencari jalan yang lebih baik. Ketika jalan naik turun, aku memutuskan untuk turun dari motor. Bayangkan saja, jalan yang menurun lalu di ujungnya adalah sungai. Jalanan ini bukan jalan rata, namun penuh dengan bebatuan kecil dan juga tanah yang agak basah. Jika ada jalan yang tinggi, ketinggiannya bisa aku prediksi sekitar 40 derajat.
Akhirnya, lelahku sirna setelah aku melihat beberapa rumah. Kami sudah memasuki perkampungan. Tak jauh setelah melewati rumah pertama tadi, aku sampai di rumah guru yang akan kutinggali selama setahun kedepan. Sebelum rumah guru, ada sebuah bangunan sekolah. Inilah SD tempatku bertugas. Sesampainya di sana, ada ladang yang memang harus dibakar untuk lahan baru. Maka aku memutuskan untuk ikut ke ladang. Untuk pergi ke ladang, memang harus berjalan kaki. Ladang ini termasuk dekat. Setelah menyeberang sungai, perjalanan sekitar 15 menit saja. Ya, di depan sekolah ada lapangan sepak bola. Di sebelahnya ada sungai yang mengalir. Jernih sekali, Sungai Sasak namanya.
Terima kasih pelatih di AAU yang sudah mengajarkanku begitu banyak pelajaran terlebih mental yang tahan banting, fisik yang kuat dan juga semangat yang tak pernah padam.Terima kasih masyarakat di Landau Sadak yang walaupun hanya beberapa hari namun sudah menerimaku sebagai bagian dari mereka. Saat ini, perjuanganku tidak lama lagi. Ada perasaan rindu yang aku rasakan jika suatu saat aku sudah tidak berada di sini lagi. Saat ini sudah ada penggusuran jalan lewat arah lain sehingga jika akan ke Nangapinoh lebih cepat lagi yakni hanya sekitar 3 jam. Terima kasih aku boleh melalui awal yang begitu melelahkan. Aku yakin perjuangan yang keras saat ini akan terbayar indah pada saatnya nanti
#30DWC
#30DWCJILID8
#DAY30
Tidak ada komentar:
Posting Komentar