Minggu, 17 September 2017

Pionir dan Pembuat Sejarah (11)

Saya merasakan kebaikan dari orang-orang Pulau Besar ketika bertemu di jalan atau pun berkunjung ke rumah mereka. Mereka selalu memberi dari apa yang mereka punyai, entah makanan atau minuman. Di pulau ini, saya merasakan sapaan dari warga yang sungguh ikhlas dan menyentuh. Satu pengalaman tak ternilai ialah bahwa saya merasa menjadi bagian dari keluarga mereka.
Memang, tinggal di pulau terpencil, tidak tanpa kesulitan. Malah, kesulitan dan hambatan sangat banyak. Ketika saya menghadapi kesulitan, saya selalu ingat ada saudara-saudara lain yang hidupnya jauh lebih sulit dari saya.
Dulu, saya lalai mensyukuri hal-hal kecil yang menjadi rutinitas dalam hidup saya, misalnya, listrik yang selalu menyala, sinyal hp yang mudah didapat, air bersih yang melimpah, dan akses transportasi yang lancar. Pengalaman setahun di pulau terpencil mengajar saya untuk bersyukur.
Di Pulau Besar, saya berusaha untuk sabar dan berdamai dengan keadaan dan menjalani tugas-tugas dengan rasa gembira. Lebih khusus, ketika saya dihadapkan dengan kesulitan-kesulitan dalam mengajar anak-anak, saya berusaha memahami bahwa tiap murid saya adalah pribadi yang unik.
     Mengenal berbagai karakter dan sifat mereka yang polos menjadi sebuah keberuntungan bagiku yang tidak pernah bisa digantikan dengan apapun. Tinggal bersama masyarakat di sana menjadi sebuah kemewahan tersendiri. Terima kasih, Pulau Besar. Terima kasih Indonesia atas keindahan pesonamu dan juga keberagaman di dalamnya.
#30DWC
#30DWCJILID8
#DAY22

Tidak ada komentar:

Posting Komentar